Jum’at, 15 Juli 2016



Suara adzan subuh dan udara dingin pagi hari di desa ini membangunkan tidur kami, hari ini merupakan hari pertama kami memulai aktifitas di desa Pragaan Laok, suasana pagi hari di desa ini begitu sejuk dan asri akan tetapi kami masih merasa asing dengan lingkungan dan masyarakat sekitar tempat tinggal kami. Setelah sarapan pagi kami pergi bersilaturrahmi ke kediaman Bapak Sa’i selaku kepala dusun Maronggi Daya, disepanjang perjalan kami melihat banyak tanaman-tanaman warga desa pragaan laok ini diantaranya kacang tanah, tembakau, pisang, cabe, kelapa, siwalan, tebu dan jagung. Sampai di rumah bapak Sa’i kami disambut dengan ramah oleh keluarga beliau, disana kami mendapatkan informasi mengenai berbagai macam potensi desa yang ada di dusun Maronggi Daya mulai dari hasil bumi, pekerjaan warga, dan lain-lain.

Pukul 10.30 kami berpamitan untuk pulang dari kediaman bapak Sa’i, karena laki-laki akan melaksanakan ibadah Shalat Jum’at dimana ini menjadi yang pertama bagi anak laki-laki melaksanakan shalat Jum’at di desa Pragaan Laok. Sedangkan yang perempuan mempersiapkan untuk makan siang. Kemudian sekitar pukul 14.00 kami dikunjungi oleh kepala dusun Dung Daya beserta istrinya, kami berbincang-bincang di teras rumah bapak  kepala desa dan tidak lama kemudian datang pula kepala dusun Aeng Soka dan turut bergabung berbincang-bincang dengan kami di teras rumah bapak kepala desa. Pada pukul 15.00 kami berangkat bersilahturrahmi ke rumah kepala dusun Aeng Soka, disana kami juga mendapatkan informasi mengenai berbagai macam home industri diantaranya kacang asin dan pembuatan kerupuk ikan tenggiri. Kamipun diantarkan oleh ibu Jamila untuk mengunjungi tempat pembuatan kerupuk ikan tenggiri tersebut, sesampainya disana para pekerja sedang mengemas krupuk yang sudah siap untuk dijual, cara pengemasannya tidak menggunakan mesin yang canggih akan tetapi masih menggunakan cara manual, tak lama kemudian kami berpamitan untuk pulang ke rumah bapak kepala desa.







Comments

Popular Posts